Senin, 12 April 2010

Manajemen Pemasaran (bagian II)

RISET PEMASARAN
Tujuan Utama : menemukan secara tegas dan jelas masalah pemasaran yang sebenarnya
Pelaksana Riset dapat menggunakan cara :
1. menganggap apa yang mereka rasa sebagai masalah itu adalh gejala dari masalah sebenarnya,
2. menemukan berbagai macam sebab mengapa gejala tadi timbul
Misalnya :
“menurunnya penjualan radio”
langkah-langkah perumusan masalah pemasaran
Analisis situasi
Tujuannya : mempertajam gambaran pemasaran yang telah dirumuskan, sehingga pelaksanaan riset selanjutnya lebih mudah dan terarah.
Pada langkah ini, bermacam data dari dalam perusahaan dikumpulkan dan dianalisis.

Misalnya:
1. laporan penjualan seluruh hasil produksi.
2. prestasi kerja wiraniaga sebelum dan sesudah perubahan peraturan balas jasa.
3. perkembangan penjualan (radio) dibandingkan hasil produksi yang lain sebelum dan sesudah perubahan syarat penjualan.

Data dari luar perusahaan,misalnya:
1.wawancara terbatas dengan beberapa pelanggan.
2.wawancara dengan beberapa pedagang.
3.pakar yang dianggap ahli dalam bidang usaha sejenis.

Penelitian resmi lapangan

1. wawancara
penelitian resmi dilapangan (surat,telepon,dan tata muka)
2. pengamatan.misalnya:kekurangan terampilan wiraniaga
3. Uji pemasaran (biasanya dilakukan perusahaan besar untuk mendapatkan dan menganalisis data pemasaran). Terutama dalam rangka perencanaan pemasaran produk baru.

Uji pemasaran tidak dapat digunakan dalam waktu yang mendesak,karena cara ini membutuhkan waktu yang cukup lama.


Memperkirakan jumlah penjualan hasil produksi

Diperlukan untuk penyusunan :

1. Rencana Pemasaran
Sasarannya adalah perkiraan hasil penjualan mendatang.
Perkiraan hasil penjualan berfungsi sebagai pengawasan seberapa jauh pelaksanaan pemasaran telah sesuai dengan yang direncanakan.

Perkiraan penjualan juga merupakan dasar penyusunan anggaran penjualan serta kebijakan pemasaran.

Dalam rencana pemasaran produk baru, rencana jumlah penjualan membantu memperhitungkan jumlah keuntungan yang dapat diperoleh.

2. Rencana Produksi
Peranana perkiraan jml penjualan dlm rencana produksi terutama tampak dlm penyusunan jadwal produksi
Jadwal kegiatan produksi umumnya disusun berdasarkan perkiraan jenis dan jumlah hasil produksi yang akan dijual pada waktu tertentu.
Kelanjutannya, rencana pembelian bahan baku, bahan pembantu, maupun jumlah sediaan, akan banyak tergantung dari jadwal keg. Produksi.

3. Rencana keuangan
Taksiran jml kebutuhan dana dari luar perusahaan untuk periode tertentu jg akan banyak dipengaruhi oleh perkiraan jml penjualan hasil produksi

Untuk hal tsb, perlu diketahui lbh dahulu berapa jml dana yg dapat diterima dari penjualan hasil produksinya.


Hal-hal yg mempengaruhi jml penjualan hasil produksi

1. Pengaruh dari luar perusahaan
 Kebijakan pemerintah
 Perkembangan ekonomi dunia
 Perkembangan sosial ekonomi masyarakat
 Situasi persaingan.

2. Pengaruh dari dalam perusahaan
 Kapasitas produksi dan modal kerja
 Kualitas hasil produksi
 Kebijakan harga jual


Metode penyusunan perkiraan penjualan hasil produksi

1. Metode subjektif
a. Menanyakan secara langsung kepada pembeli sasaran
b. Taksiran para wiraniaga
c. Gabungan pendapat para pejabat teras


2.Metode objektif

a. proyeksi kedepan berdasarkan penjualan rata-rata
Perkembangan penjualan disusun berurutan dari waktu kewaktu berikutnya.

b. Proyeksi kedepan berdasarkan “least square”
Banyak digunakan untuk perkiraan penjualan jangka panjang. Salah satu persyaratannya adalah penjualan hasil produksi masa lampau berkembang secara konstan (gelombang naik-turun tidak terlalu tajam).

Maka perkiraan penjualannya dimasa depan secara matematis dapat digambarkan dengan suatu garis lurus.

Formula : ŷ = α + βx


Kebijakan produk

Barang atau jasa yang dibeli untuk digunakan sebagai alat memuaskan kebutuhan atau keinginan.

Jadi, membeli barang bukanlah karena fisik saja, tetapi manfaat yang dibawanya.

Manfaat barang/jasa bagi tiap-tiap orang berbeda dan berkembang. Oleh karena itu, pengusaha harus kreatif, dinamis, dan berpikiran luas.

Mereka dituntut daya imajinasi yang tinggi, sehingga terus-menerus dapat memikirnya dan menemukan sebanyak munkin manfaat baru yang dapat ditambahkan pada produk mereka ,sehingga produk mereka mempunyai nilai lebih dibandingkan saingan mereka.

Dimata pembeli, produk yang ditawarkan meliputi pula tempat parkir,keamanan,sirkulasi udara,kelengkapan jenis barangyang ditawarkan,pembungkus,merupakan manfaat-manfaat tambahan yang dikehendaki pembeli.


Daur hidup produk

Daur hidup produk sacara grafis besar dibagi empat tahap
Tingkat laju penjualan produk pada tiap tahap berbeda-beda.
Kebutuhan dana pun berbeda-beda pada tiap tahap.


Memposisikan penawaran pasar sepanjang daur hidup produk product life cycle (PLC)

Dalam persaingan:perusahaan perlu terus menerus memikirkan ciri dan nilai tambah baru untuk mendapatkan perhatian dan minat dari pelanggan yang peka harga,kaya pilihan.

Perusahan-perusahaan biasanya berkali-kali merumuskan strategi pemasaran mereka selama kehidupan produk.

Kondisi ekonomi berubah,pesaing melancarkan serangan baru,dan produk melewati tahap-tahap minat dan tuntutan pembeli .maka perusahaan harus merencanakan strategi yang sesuai dengan masing-masing tahap daur hidup produk (plc).

**didasari bahwa hidup produk tidak abadi**

Maka perusahaan dapat mendifferensikan dan menentukan posisi penawaran secara efektif untuk memcapai keunggulan bersaing selama daur hidup produk (plc).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar